Ketahanan Beberapa Varietas Jagung Hibrida terhadap Serangan Hama dan Penyakit di Lahan Optimal

Authors

  • Rina Sri Nurhaerani Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Peternakan dan Perikanan, Universitas Puangrimaggatung, Wajo Author
  • Muhammad Arief Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Peternakan dan Perikanan, Universitas Puangrimaggatung, Wajo Author
  • Adit Setiawan Universitas Puangrimaggalatung Author
  • Ahmad Syamsuri Ramadhana Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Peternakan dan Perikanan, Universitas Puangrimaggatung, Wajo Author
  • Ainun Asrianti M Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Peternakan dan Perikanan, Universitas Puangrimaggatung, Wajo Author
  • Sulfiani Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Peternakan dan Perikanan, Universitas Puangrimaggatung, Wajo Author
  • Ambo Upe Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Peternakan dan Perikanan, Universitas Puangrimaggatung, Wajo Author

DOI:

https://doi.org/10.0425/cttg9560

Keywords:

Jagung, Varietas, Serangan Hama, Serangan Penyakit, Rebah batang, Rebah akar, Skor Keragaan Tanaman, Skor Penutupan Kelobot

Abstract

Jagung merupakan salah satu komoditas pangan penting yang memiliki peranan besar dalam memenuhi kebutuhan pangan, pakan, dan bahan baku industri. Keberhasilan budidaya jagung tidak hanya ditentukan oleh potensi hasil, tetapi juga oleh kemampuan tanaman dalam menghadapi gangguan hama, penyakit, rebah batang, rebah akar, serta karakter penutupan kelobot. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan beberapa varietas jagung berdasarkan skor keragaan tanaman, intensitas serangan hama dan penyakit, kejadian rebah batang, rebah akar, serta skor penutupan kelobot. Penelitian dilaksanakan di lahan praktikum Program Studi Agroteknologi Universitas Puangrimaggalatung pada bulan April hingga Juni 2026. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan empat varietas jagung, yaitu Negros F1, Jantan F1, Kumala F1, dan NB Super F1 yang diulang sebanyak tiga kali. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis ragam pada taraf kepercayaan 0,05%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh parameter yang diamati tidak berbeda nyata antar varietas. Intensitas serangan hama berkisar antara 0,00–4,31%, intensitas penyakit antara 7,05–17,85%, kejadian rebah batang antara 0,00–8,60%, dan rebah akar antara 0,00–0,98%. Varietas Negros F1 memiliki skor keragaan tertinggi sebesar 3,00, sedangkan varietas Jantan F1 menunjukkan skor penutupan kelobot tertinggi sebesar 2,00. Secara umum, keempat varietas mampu menunjukkan pertumbuhan dan kemampuan adaptasi yang relatif sama pada kondisi lingkungan penelitian. Hasil ini mengindikasikan bahwa faktor lingkungan dan pengelolaan budidaya yang seragam lebih berpengaruh terhadap penampilan tanaman dibandingkan perbedaan varietas yang digunakan.

 

 

Downloads

Published

2026-06-30