Pengaruh Berbagai Jenis Pupuk Kandang terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) dalam Polibag

Authors

  • Ahmad Rafil Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Peternakan dan Perikanan Universitas Puangrimaggalatung Author
  • Uswah Trywulan Syah Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Peternakan dan Perikanan, Universitas Puangrimaggatung, Wajo Author
  • Muhammad Adhan Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Peternakan dan Perikanan, Universitas Puangrimaggatung, Wajo Author
  • Nurcaya Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Peternakan dan Perikanan, Universitas Puangrimaggatung, Wajo Author

DOI:

https://doi.org/10.0425/4bkmz651

Keywords:

pupuk kandang, sawi hijau, polibag, pertumbuhan tanaman

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh tiga jenis pupuk kandang — ayam, sapi, dan kambing — terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau (Brassica juncea L.) yang dibudidayakan dalam polibag. Penelitian dilaksanakan di Desa Tadang Palie, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo, pada Mei–Juni 2026, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan: P1 (pupuk kandang ayam), P2 (pupuk kandang sapi), P3 (pupuk kandang kambing), dan P4 (kontrol tanpa pupuk kandang), masing-masing diulang tiga kali. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, panjang akar, bobot segar tanaman, bobot akar, dan bobot kering tajuk. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa jenis pupuk kandang tidak berpengaruh nyata (p > 0,05) terhadap seluruh parameter yang diamati. Secara deskriptif, pupuk kandang kambing cenderung menghasilkan tanaman tertinggi pada 3 minggu setelah tanam (14,99 cm), daun terpanjang (10,12 cm), dan bobot akar terberat (0,47 g), sedangkan pupuk kandang sapi menghasilkan bobot kering tajuk tertinggi (0,79 g). Hasil ini mengindikasikan bahwa pada kondisi dan durasi penelitian yang diuji, jenis pupuk kandang belum menjadi faktor penentu utama pertumbuhan sawi, diduga karena pelepasan hara pupuk organik yang berlangsung bertahap dalam masa budidaya yang relatif singkat (30 hari).

Downloads

Published

2026-06-30