Penggunaan Garam Dapur Beryodium dalam Pencegahan Stunting di Desa Rumpia Kecamatan Majauleng Kabupaten Wajo

Authors

  • Sitti Aminah Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Puangrimaggalatung, Wajo Author
  • Nur Fadhillah Muhlis Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Puangrimaggalatung, Wajo Author
  • Besse Amira Amin Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Puangrimaggalatung, Wajo Author
  • Andi Hafidha Aprilia Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Puangrimaggalatung, Wajo Author
  • Saniyyah Putri Salsabila Said Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Puangrimaggalatung, Wajo Author
  • Nur Azizah Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Puangrimaggalatung, Wajo Author
  • Novi Andini Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Puangrimaggalatung, Wajo Author
  • Helfika Evryanti Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Puangrimaggalatung, Wajo Author
  • Baso Fatahuddin Hamid Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Puangrimaggalatung, Wajo Author
  • Suriani Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan, Universitas Puangrimaggalatung, Wajo Author
  • Ariska Yulandasari Sukri Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan, Universitas Puangrimaggalatung, Wajo Author
  • Kasmidar Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan, Universitas Puangrimaggalatung, Wajo Author

Keywords:

Garam beryodium, Stunting

Abstract

Desa Rumpia merupakan salah satu dari 18 desa yang ada di Kecamatan Majauleng Kabupaten Wajo. Desa Rumpia terletak 3 km ke arah pusat pemerintahan Kecamatan Majauleng. Jumlah penduduk desa ini adalah kurang lebih 3.503 jiwa. Garam beryodium adalah garam yang telah diperkaya dengan yodium yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan kecerdasan. Garam beryodium memiliki takaran pasti untuk dikonsumsi sesuai dengan standar Depkes Tahun 2019. Asupan yodium ini bisa diperoleh dengan mengonsumsi garam beryodium yang ditambahkan pada masakan atau minuman. Penggunaan garam beryodium yang sesuai dengan standar dapat membantu mencegah terjadinya stunting pertumbuhan anak tidak normal.

Downloads

Published

2025-08-24