PENYULUHAN GULA SEMUT DESA PASELLORENG

Authors

  • Baso Apriawan Suhendra Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Puangrimaggalatung, Wajo Author
  • Muhammad Arafah Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Puangrimaggalatung, Wajo Author
  • Syamsu Rijal Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Puangrimaggalatung, Wajo Author
  • Nirmayanti Syamsuddin Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Puangrimaggalatung, Wajo Author
  • Muh. Ridwan Masdar Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Puangrimaggalatung, Wajo Author
  • Asdar Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Puangrimaggalatung, Wajo Author
  • Ahmad Husnush Zhan Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Puangrimaggalatung, Wajo Author
  • Muh. Kemal Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Puangrimaggalatung, Wajo Author
  • Tirta Damayanti Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Puangrimaggalatung, Wajo Author
  • Muhammad Renald Aprimus Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Puangrimaggalatung, Wajo Author
  • Muhammad Ardiansyah Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan, Universitas Puangrimaggalatung, Wajo Author
  • Nurwakiah Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan, Universitas Puangrimaggalatung, Wajo Author

Keywords:

gula aren, gula semut, industri kecil, inovasi

Abstract

Industri kecil pangan merupakan salah satu potensi pengerak perekonomian di perdesaan karena dapat menciptakan nilai tambah dan peluang kesempatan kerja. Menciptakan inovasi pada industri kecil pangan adalah hal yang sangat penting untuk meningkatkan daya saing dan nilai penjualan. Penggunaan sistem informasi pemasaran dapat membantu pelaku industri kecil pangan dalam membuat alternatif pemasaran guna meningkatkanvolume penjualan. Proses pembuatan gula aren sudah berlangsung lama dan dipraktekan oleh masyarakat Sulawesi secara turun temurun. Teknik pembuatan dari suatu tempat ke tempat lain relatif beragam dan jarang mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Kecamatan Gilireng banyak ditemukan pohon arena tau dalam Bahasa Bugis dikenal dengan qanau, baik yang ditanam dalam suatu sistem agroforestri, maupun yang tumbuh liar. Petani aren di daerah tersebut juga mengembangkan produk turunan seperti minuman tuak manis dan gula aren, di desa Paselloreng terkenal kaya akan produksi gula arennya. Gula aren yaitu gula yang proses pembuatannya membutuhkan waktu yang lebih lama, namun memiliki nilai ekonomi lebih tinggi bagi para pedagang tetapi tidak bagi petani aren. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memperkenalkan inovasi baru tentang cara pembuatan gula aren lalu diolah menjadi gula senut di Desa Paselloreng. Materi penyuluhan yang diberikan pada kegiatan KKN ini adalah motivasi dan mental kewirausahaan, dan inovasi produk. Faktor pendorong keberhasilan program adalah adanya dukungan aparat desa dan partisipasi aktif warga masyarakat desa Desa Paselloreng.

Downloads

Published

2026-06-30